SEMINAR DAN PELATIHAN “All about PKPO In SNARS 1.1 for Quality Improvement of Hospital Pharmacy”

SEMINAR DAN PELATIHAN “All about PKPO In SNARS 1.1 for Quality Improvement of Hospital Pharmacy”

SEMINAR DAN PELATIHAN

“All about PKPO In SNARS 1.1 for Quality Improvement of Hospital Pharmacy”
Dalam Rangka RAKERDA HISFARSI PD IAI Jawa Tengah 2019
Hotel Best Western Solo Baru, 16-17 November 2019

Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit tidak terlepas dari pelayanan farmasi. Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sudah menetapkan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS 1.1) dengan mencantumkan Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO) sebagai salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit. Artinya, peran Apoteker sangat besar untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang paripurna.

Pelayanan kefarmasian dilakukan secara multi disiplin dalam koordinasi para staf di rumah sakit. Rumah sakit menerapkan prinsip rancang proses yang efektif, implementasi dan peningkatan mutu terhadap manajemen obat seta pendokumentasian dan pemantauan terapi obat. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dibutuhkan kompetensi apoteker di rumah sakit yang memadai, standar pelayanan dibutuhkan untuk menjamin proses dan terlaksananya kegiatan farmasi klinik yang akuntable dan dapat diterapkan di seluruh rumah sakit. Dengan demikian, adanya pelatihan berkelanjutan yang dilakukan oleh HISFARSI turut membantu terciptanya apoteker yang optimal dalam melaksanakan pelayanan farmasi klinik di rumah sakit.

Hari / Waktu: Sabtu –Minggu, 16 s/d 17 November 2019
Waktu: Sabtu, pukul 07.00 –17.30 WIB & Minggu, pukul 07.00 –17.00 WIB
Tempat: Hotel Best Western Premiere Solo Baru, Sukoharjo Jl. Ir. Soekarno, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah
Biaya: Rp. 1.500.000,-/ peserta

RAKERCAB PC IAI PATI 2019 “Management Pengelolaan Prekursor Farmasi dan Obat-Obat Tertentu (OOT) serta Implementasi di Sarana Kefarmasian. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tubercolosis.”

RAKERCAB PC IAI PATI 2019 “Management Pengelolaan Prekursor Farmasi dan Obat-Obat Tertentu (OOT) serta Implementasi di Sarana Kefarmasian. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tubercolosis.”

“Management Pengelolaan Prekursor Farmasi dan Obat-Obat Tertentu (OOT) serta Implementasi di Sarana Kefarmasian. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Tubercolosis.”

Tuberkulosis telah dikenal hampir di seluruh dunia, sebagai penyakit kronis yang dapat menurunkan daya tahan fisik penderitanya secara serius. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis dan dapat disembuhkan. Tuberkulosis dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara (droplet dahakpasientuberkulosis). Pasien yang terinfeksi Tuberkulosis akan memproduksi droplet yang mengandung sejumlah basil kuman TB ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara. Orang yang menghirup basil kuman TB tersebut dapat menjadi terinfeksi Tuberkulosis.

Melihat besarnya risiko kegagalan dalam proses terapi tuberculosis, maka diperlukan pemahaman yang lebih tentang TB dan terapi TB secara benar khususnya kepada apoteker dan secara umum pada masyarakat. Apoteker sebagai salah satu penggerak dalam bidang kesehatan menyadari akan pentingnya saling berbagi informasi yang benar dalam upaya menekan angka kegagalan terapi TB dan mencegah meningkatnya penularan penyakit TB di masyarakat, dengan upaya meningkatkan edukasi dan pelayanan terkait obat dan kesehatan pada masyarakat.

Waktu dan Pelaksanaan :

Waktu Penyelenggaraan         : Minggu, 13 Oktober 2019

Tempat                                    : Ballroom Hotel New Merdeka
Jl. Diponegoro No. 69 Winong,, Kec. Pati, Kab. Pati Jawa Tengah 59112

Waktu                                     : 07.00 WIB — selesai WIB

Pembicara

  • Drs. Syafriansyah, M.Kes., Apt  “Management Pengelolaan Prekursor Farmasi dan OOT di Sarana Kefarmasian.”
  • Drs. Budi Raharjo, Sp. FRS., Apt  “Pencegahan Dan Pengendalian Tuberkulosis.”

Contact Person

Apoteker Ruthy Puspa Nugraheny (PC IAI PATI)  085740002747
Apoteker Nurul Susilowati (PC IAI Luar Pati)  087833555106